Yonetani menjelaskan bahwa matcha adalah produk yang sangat spesial di Jepang, yang dikenal melalui upacara minum teh atau Sado (Chado). Sado memiliki nilai budaya yang sangat mendalam, di mana ritual minum teh ini mengandung filosofi penting, yaitu mewakili rasa hormat pada orang lain untuk berbagi momen damai bersama.
"Saya percaya bahwa semangat Sado memiliki kesamaan dengan visi yang kita bagi bersama di ASEAN, yakni kontribusi pada perdamaian dan kemakmuran kawasan," jelasnya.
Dengan kepopuleran matcha, khususnya di kalangan anak muda, Jepang berharap budaya ini dapat dibawa sebagai simbol perdamaian dan solidaritas bersama negara-negara ASEAN. Diharapkan pula, peningkatan popularitas matcha ini dapat berkontribusi positif pada sektor ekonomi dan pariwisata kawasan.
"Jepang berharap bisa memperkenalkan budaya melalui minum teh hijau ini, di saat yang bersamaan juga teh hijau ini bisa menghubungkan negara-negara ASEAN seperti ekonomi dan pariwisata," tambah Yonetani.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
