JAKARTA, iNewsTernate.id - Matcha telah menjadi tren rasa yang kian digandrungi masyarakat di Asia, termasuk Indonesia. Kelezatan dan inovasi kuliner berbahan matcha terus membanjiri pasar dan diterima luas oleh publik.
Namun, lebih dari sekadar popularitas, matcha ternyata menyimpan makna mendalam dan menjadi simbol penting dalam hubungan antara Jepang dan ASEAN.
Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar Jepang untuk ASEAN, Yonetani Koji, dalam acara "Experiencing Japanese Food Culture: Matcha and Sweets" di Sekretariat ASEAN baru-baru ini.
"Budaya matcha mencerminkan budaya Jepang. Seperti halnya Indonesia yang sangat mementingkan budaya makanan dan minuman, Jepang ingin mencerminkan pentingnya hubungan ini melalui perkenalan budaya teh hijau," ujar Yonetani.
Yonetani menjelaskan bahwa matcha adalah produk yang sangat spesial di Jepang, yang dikenal melalui upacara minum teh atau Sado (Chado). Sado memiliki nilai budaya yang sangat mendalam, di mana ritual minum teh ini mengandung filosofi penting, yaitu mewakili rasa hormat pada orang lain untuk berbagi momen damai bersama.
"Saya percaya bahwa semangat Sado memiliki kesamaan dengan visi yang kita bagi bersama di ASEAN, yakni kontribusi pada perdamaian dan kemakmuran kawasan," jelasnya.
Dengan kepopuleran matcha, khususnya di kalangan anak muda, Jepang berharap budaya ini dapat dibawa sebagai simbol perdamaian dan solidaritas bersama negara-negara ASEAN. Diharapkan pula, peningkatan popularitas matcha ini dapat berkontribusi positif pada sektor ekonomi dan pariwisata kawasan.
"Jepang berharap bisa memperkenalkan budaya melalui minum teh hijau ini, di saat yang bersamaan juga teh hijau ini bisa menghubungkan negara-negara ASEAN seperti ekonomi dan pariwisata," tambah Yonetani.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
